TANYA JAWAB HARI HENING DUNIA

Tanya Jawab

HARI HENING DUNIA

World Silent Day (WSD)

1. Apakah Hari Hening Dunia atau World Silent Day (WSD)?

World Silent Day atau Hari Hening Dunia adalah gerakan masyarakat bersama untuk menyelamatkan bumi. WSD merupakan gerakan moral untuk memberikan ruang bagi bumi bernafas, walaupun hanya sehari. Saat ini bumi menghadapi kerusakan lingkungan, konflik sosial atas sumberdaya yang kian langka dan perubahan iklim akibat aktivitas manusia terutama produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan. Diperlukan sebuah momentum untuk membuat manusia menyadari bahwa bumi ini, yang berjasa tujuh hari seminggu, 365 hari setahun, kini perlu diberi waktu untuk memulihkan dirinya dari racun dan kerusakan.

Gagasan WSD diusulkan kepada delegasi negara anggota dan sekretariat United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC – Konvensi PBB mengenai Perubahan Iklim), agar diadopsi dan dijalankan.

2. Bagaimana gagasan WSD muncul?

Gagasan WSD lahir menjelang penyelenggaraan Konferensi Perubahan Iklim (COP 13 UNFCCC) di Bali. Sebagai bagian partisipasi masyarakat Bali mengatasi perubahan iklim, Bali Organic Association (BOA), Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI/ Friends of the Earth Indonesia) Bali, dan Yayasan Wisnu membentuk Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim. Kolaborasi ini bertujuan memfasilitasi partisipasi masyarakat menyampaikan aspirasi mengenai keadilan iklim.

Melalui beberapa temu kampung, pertemuan Ornop dan diskusi terfokus, tercetus gagasan mengangkat kearifan lokal di Bali yakni Nyepi, sebagai salah satu cara mudah mengurangi emisi gas rumah kaca. Pada tahun Baru Saka Bali, masyarakat di seluruh pulau ini tidak keluar dari rumah, tidak berkendaraan, dan menyalakan lampu hanya seperlunya. Demikian pula bandar udara dan pelabuhan tutup sementara hotel membatasi gerak tamunya hanya di areal hotel, dan semua toko dan restoran tutup. Bumi diberi satu hari bernafas, Manusia diberi satu hari mengistirahatkan fisik. Jika dilaksanakan di seluruh dunia, dapat dibayangkan berapa emisi gas rumah kaca yang bisa dikurangi.

Walaupun Nyepi muncul sebagai pendekatan teologis dan budaya di masa lalu, Kolaborasi Bali menganggap aspek ekologis bisa ditawarkan ke dunia internasional. Karena itu kampanye kemudian disebut sebagai World Silent Day atau Hari Hening Sedunia dan tanggal pelaksanaan tidak lagi sesuai dengan hari Nyepi yang berubah setiap tahun.

3. Kapankah WSD?

World Silent Day diusulkan diadakan pada 21 Maret setiap tahun.

4. Mengapa 21 Maret?

Tanggal 21 Maret dipilih sebagai simbol peralihan menuju kehidupan baru, saat matahari berada pada titik vernal equinox dan akan bergerak dari khatulistiwa ke arah utara. Keesokan harinya pada 22 Maret dilanjutkan dengan penghargaan terhadap air sebagai Hari Air Sedunia.

5. Apa yang dilakukan pada WSD?

Sesuai namanya, pada hari tersebut, umat manusia diminta menjadi hening, mengurangi kegiatan harian, termasuk mengurangi berkendaraan. Pada intinya, tiap orang diminta berkontribusi mengurangi konsumsi energi, sumber daya alam dan bahan-bahan lain.

6. Apakah WSD tidak menyebabkan kerugian ekonomi?

Tidak. Kehilangan satu hari kerja nampaknya dapat mengurangi keuntungan. Namun dari perspektif ekologis dan sosial, mengistirahatkan bumi serta tubuh dan jiwa manusia dalam sehari adalah bagian dari proses pemulihan menuju keberlanjutan. Kehilangan nilai ekonomi satu hari jauh lebih kecil daripada biaya yang harus dibayar akibat bencana perubahan iklim jika kita tidak memberikan ruang bagi bumi untuk memulihkan kerusakannya. Sebenarnya, penghematan konsumsi juga merupakan bagian aspek ekonomi. Contohnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Bali mengatakan ketika Nyepi, PLN hemat Rp. 3 miliar.

7. Apakah WSD sama dengan tradisi Nyepi di Bali?

World Silent Day terinspirasi dari kearifan tradisional di Bali, yakni Nyepi. Saat Nyepi manusia sebagai bagian dari alam melakukan pengorbanan diri dengan tidak melakukan apa-apa. Tapi WSD berbeda dari Nyepi. Nyepi menggunakan pendekatan teologis dan budaya sedangkan World Silent Day menggunakan pendekatan ekologis.

8. Apakah WSD bernuansa agama Hindu?

World Silent Day sama sekali tidak bernuansa Hindu, karena walaupun Nyepi terkait tahun baru masyarakat Hindu Bali, tapi pelaksanaan Nyepi tidak dilakukan umat Hindu lain di dunia. Konsep Nyepi adalah murni kearifan budaya Nusantara, yang masih dijalankan hingga kini, pada abad 21. World Silent Day diharapkan mendorong kontribusi individu tanpa membedakan status, agama, ras maupun kewarganegaraan untuk bersama-sama mengurangi konsumsi yang dapat merugikan keberlanjutan hidup di bumi. World Silent Day dilaksanakan tanpa ritual budaya atau keagamaan apapun.

9. Apakah sasaran WSD? Bagaimana mengukurnya?

Sasaran utama WSD adalah semua manusia di bumi agar berkontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama mereka yang menggunakan energi dan mengkonsumsi materi secara berlebihan. Dalam proses pengurangan konsumsi ini, WSD juga ingin mendorong keadilan iklim. Banyak masyarakat pedesaan di negara berkembang bahkan belum dapat menikmati listrik, sementara masyarakat di negara maju amat boros listrik. Karena itu dengan hening, diharapkan masyarakat di New York City, misalnya diharapkan ikut merasakan keadaan gelap gulita tanpa listrik sebagai kontribusi mengurangi emisi gas rumah kaca. Sasaran akhir adalah mengubah proses produksi yang kotor serta konsumsi yang boros menuju produksi bersih serta budaya konsumsi yang hemat dan ramah lingkungan. WSD akan berusaha mengumpulkan 10 juta orang untuk mendukung kampanye ini di seluruh dunia sehingga diterima menjadi solusi yang murah dan adil untuk mengatasi perubahan iklim.

Memang sulit mengukur pengurangan emisi dari WSD. Sebagai gambaran, satu hari hening (pelaksanaan Nyepi) di Bali bisa menghemat emisi gas rumah kaca setara 20.000 ton CO2 hanya berdasarkan perhitungan kendaraan bermotor dan pesawat terbang yang tidak beroperasi. Metodologi penghitungan sedang dirancang. Namun yang lebih penting, WSD adalah gerakan moral, gerakan solidaritas masyarakat untuk secara nyata berkontribusi mengatasi perubahan iklim.

10. Kegiatan apa yang sudah dilakukan gerakan WSD?

§ Memutar film dan memperkenalkan konsep hening kepada dunia saat sidang UNFCCC di Nusa Dua, Desember 2007 lalu

§ Meluncurkan situs http://worldsilentday.org/ untuk kampanye dan berbagi informasi.

§ Sosialisasi isu perubahan iklim dan WSD ke publik, melalui media massa.

§ Menyerukan kepada masyarakat untuk mematikan beberapa barang elektronik selama empat jam pada 21 Maret 2008 sebagai langkah awal menuju hari hening sepenuhnya.

§ Pada 22 Maret 2008 memberikan hadiah pohon delima putih dan jambu biji untuk sembilan bayi yang lahir pada 21 Maret 2008 di RS Sanglah Denpasar.

§ Melakukan kampanye dan seruan bersama melalui proses pendidikan dan penyampaian informasi.

11. Siapa saja yang bisa berpartisipasi dalam WSD? Bagaimana berpartisipasi?

Setiap orang dapat berpartisipasi dalam World Silent Day dan melakukan pengurangan konsumsi energi serta bahan lain secara kreatif. Hening selama 24 jam mungkin sulit bagi orang-orang di jaman ini. Namun pengurangan konsumsi tetap bisa dilakukan. Misalnya, seminggu sekali bersepeda ke tempat kerja, mematikan beberapa barang elektronik. Setiap orang dapat memilih cara-nya sendiri untuk melakukan hening. Kemudian, pengalaman hening tersebut dapat dibagi dengan orang lain melalui mysilent@worldsilentday.org.

Masyarakat juga bisa memberikan kontribusi dana, bahan kampanye, ide, waktu dan komitmen atau menjadi perwakilan WSD di daerah masing-masing.

12. Apa kendala WSD?

Kendala utama adalah meyakinkan masyarakat bahwa gerakan, tindakan sekecil apapun akan bermanfaat. Selain itu, sulit bagi banyak orang mengorbankan kenyamanan hidup untuk kepentingan bersama. Kampanye WSD yang digerakkan oleh kelompok lokal di Bali juga menghadapi kendala akses pada informasi, akses pada pembuat kebijakan dan dana serta dukungan teknis dan sumberdaya manusia. Semua kendala ini bisa diatasi dengan bergandengan tangan, bekerja bersama.

13. Bagaimana menghubungi WSD? Apakah ada panitia lokalnya?

Saat ini belum ada panitia lokal. Namun WSD mengharapkan ada pihak-pihak yang mau menjadi panitia lokal.

Hubungi

Sekretariat Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim

Alamat : Jalan Pengubengan Kauh No. 94 Kerobokan, Badung – Bali

Telp. / Fax : +62 361 735321 / 735320

Email : bali.climatechange@gmail.com

Situs web: http://worldsilentday.org/

14. Apa yang akan dilakukan pada tahun-tahun berikutnya?

Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim akan tetap mengawal kampanye ini dalam beberapa tahun mendatang. Untuk 2009, WSD akan ditingkatkan kualitasnya dan juga kegiatan sosialisasi akan dilakukan lebih awal. Diharapkan ada mekanisme untuk memantau animo masyarakat maupun perkiraan emisi gas rumah kaca yang dihemat. WSD juga akan bekerja sama dengan masyarakat, kelompok relawan, kelompok lingkungan, berbagai segmen masyarakat dan pemerintah untuk mengkampanyekan WSD sebagai salah satu sarana mudah untuk mengurangi gas rumah kaca, dan memungkinkan bumi bernafas, walaupun hanya untuk satu hari!

Browse

Calendar

August 2008
M T W T F S S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031


WorldSilentDay.org








Polls

Do you agree with World Silent Day?

View Results

Loading ... Loading ...

Categories

Links