KAMPANYE HEMAT ENERGI PEMERINTAH DIBANTU PERAYAAN NYEPI
Jakarta, 19/3/2008 (Kominfo – Newsroom) – Sebagai bagian dari upaya mengatasi perubahan iklim dan meningkatnya harga minyak mentah secara global pemerintah mendukung perayaan Nyepi Nasional.karena dianggap membantu kampanye penghematan energi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Pelaksanaan Perayaan Nyepi Nasional 2008 Ngurah Wirawan usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden di Jakarta, Rabu (19/3).
Umat Hindu di seluruh Indonesia akan mengadakan Perayaan Nyepi secara Nasional yang akan diselenggarakan pada 29 Maret 2008 di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta Timur.
“Wakil Presiden mendukung acara perayaan Nyepi umat Hindu yang menghargai alam dengan tidak mengkonsumsi energi secara berlebihan,” kata Wirawan.
Apalagi dalam perayaan Nyepi, Wapres memuji nantinya akan dapat membantu pemerintah mengkampanyekan penghematan energi setelah harga minyak yang terus merangkak naik yang akhirnya menyulitkan pemerintah karena harus menambah subsidi.
Menurut Wirawan, pihaknya juga merasa sangat berterima kasih kepada Panglima TNI yang bersedia memfasilitasi perayaan Nyepi Nasional yang akan mengambil tema ‘Bersahabat Dengan Alam’.
Tema tersebut diambil agar setiap umat manusia lebih bijaksana memahami. Alam saat ini disebutnya sebagai sangat murka dengan banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia disebabkan karena ulah manusia yang tidak menghargai alam.
“Alam sudah banyak marah, cuaca berubah, bencana di mana-mana. Kelihatannya kita harus lebih bijaksana mengelola hubungan kita dengan alam,” ujarnya.
Sementara itu, seperti diberitakan Kolaborasi Masyarakat Bali (KMB) menetapkan 21 Maret sebagai World Silent Day (WSD) atau Hari Nyepi se Dunia.
Pada tanggal itu nantinya masyarakat diimbau tidak menggunakan alat-alat elektronik selama 4 jam, antara pukul 10.00 wita hingga 14.00 Wita.
Ide gerakan berasal dari tradisi Nyepi masyarakat Hindu di Bali yang mengurangi konsumsi energi hingga 20.000 ton dalam sehari. Namun, pelaksanaannya bersifat umum dan ajakan disebarkan ke seluruh dunia. KMB pun telah mengirimkan surat kepada Menteri Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar agar menjadikannya sebagai agenda nasional.
Dipilihnya tanggal 21 Maret karena hari itu merupakan saat matahari bergeser ke belahan utara di bumi dan bertepatan dengan dimulainya musim semi. Selain itu, 21 Maret telah ditetapkan sebagai Hari Air oleh PBB. Di sisi lain, WSD sangat dekat tujuannya dengan upaya melestarikan air dan siklus alam semesta lainnya. (T.ww/toeb/b)